metal-detektor

 
Polisi Cari Senjata Api Rakitan Dalam Bentrokan di Maluku PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Saturday, 19 January 2013 10:14

Polisi terus melakukan olah tempat kejadian perkara pascabentrok antarwarga Desa Hualoy dan Desa Sepa di Kecamatan Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) Maluku. Polisi mengungkapkan, pada sebagian tubuh korban tewas ditemukan proyektil senjata api rakitan. Tetapi hingga saat ini kepolisian belum menemukan barang bukti senjata api yang digunakan pada saat bentrokan antarwarga tersebut.

 

Kombes Polisi Agus Rianto, Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri, menjelaskan senjata api rakitan memang sangat mudah dimiliki warga mengingat bahan-bahan untuk membuatnya sangat mudah ditemukan. Menurut Agus, kepolisian pun hingga saat ini belum menetapkan satu orang pun tersangka dalam peristiwa yfang menewaskan lima warga Sepa dan delapan orang lainnya luka-luka.

Kepolisian berharap masyarakat tidak mudah termakan isu-isu provokatif yang bisa menimbulkan bentrokan antarwarga Bila ada masalah maka laporkan dulu ke aparat Desa sampai ke kepolisian. Kepolisian siap memfasilitasi dengan melakukan mediasi bila antarwarga ada perbedaan dan sulit untuk dipecahkan.

Melihat ke belakang bentrokan-bentrokan antarwarga selalu dipicu permasalahan sepele. Kepolisian tidak mau peristiwa seperti di Balinuraga Lampung, NTB, dan di Maluku terulang kembali. Akibat kejadian seperti itu dampaknya sangat luas merugikan harta benda dan korban jiwa.

Bentrokan yang memakan korban tersebut diawali saat penduduk Desa Sepa akan menghadiri upacara pelantikan Raja Kamariang. Saat tiba di desa Hualoy satu kendaraan dalam rombongan Desa Sepa menyenggol seorang warga sehingga terjadi keributan kecil. Polisi akan lebih mudah apabila mencari senjata api rakitan tersebut dengan menggunakan alat deteksi logam. Dengan alat deteksi logam ini, juga mempercepat kerja dalam pencarian senjata api atau logam.


http://www.tribunnews.com/2012/12/31/polisi-cari-senjata-api-rakitan-dalam-bentrokan-di-maluku

Last Updated on Tuesday, 22 January 2013 09:12
 
Prinsip Dasar Metal Detector PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Tuesday, 08 January 2013 11:12

Prinsip kerja metal detector adalah gelombang electromagnet yang membentuk medan electromagnet pada satu atau beberapa koil. Ada beberapa buah koil yang dimanfaatkan sebagai pemancar gelombang dan penerima gelombang, dimana pada kondisi standart, gelombang yang diterima mempunyai standart tertentu dan ini yang biasa disebut “balance” pada metal detector.

Deskripsi tersebut bisa digambarkan seperti dibawah.Jika benda logam melewati metal detector, maka gelombang yang ada menjadi terganggu dan standart wave analyzer akan memberitahukan bahwa ada ketidak seimbangan gelombang. Metal detector memberitahu kita bahwa ada benda bersifat logam yang lewat.Untuk logam yang mempunyai sifat magnetic metal, medan electromagnet yang diterima receiver akan bertambah. Sedangkan logam yang bersifat non magnetic metal, maka medan electromagnet yang diterima receiver akan berkurang.Yang mudah dan sulit dideteksi oleh metal detector.

 

Ada 3 hal yang penting untuk menjadi acuan pengguna metal detector agar kita tidak salah menilai atau menggunakan sebuah metal detector.

-  Jenis metal kontaminan berdasar sifat  intrinsic resistance metal. Semakin besar intrinsic resistance dari metal maka semakin sulit terdeteksi. Karena itu standart acuan metal kontaminasi sebuah metal detector harus ada minimal 2 jenis, yaitu metal yang intrinsic resistance-nya paling kecil seperti Ferrous(Fe/Besi) dan metal yang intrinsic resistance-nya paling besar seperti Stainless steel (SS) dan jenis SS yang biasa digunakan adalah SS304 atau SS316.Ukuran sample kontaminasi metal tersebut pastinya untuk Fe akan lebih kecil dibandingkan dengan SS. Bagaimana dengan jenis metal yang lain? Bagaimana dengan tembaga atau aluminium atau kuningan dll? Untuk metal yang lain, ukuran sample kontaminan tidak akan lebih besar daripada SS.

-  Bentuk kontaminasi metal. Standart sample kontaminan metal pada metal detector adalah berbentuk bola dengan diameter tertentu. Untuk kontaminan berbentuk wire atau disc (lempengan) hal itu tergantung dari orientasi saat kontaminan tersebut memasuki metal detector.

- Untuk metal detector yang mempunyai jenis koil melingkar diseluruh lubangnya (coaxial type), berlaku hal berikut.

Sensitifitas untuk masing masing point sebagai berikut:

1=3=7=9 > 2=8=4=6 > 5

Point yang paling tidak sensitive adalah point 5.

Last Updated on Tuesday, 08 January 2013 11:31
 
Dibuka Lowongan 2.800 PNS Bea Cukai, Untuk Awasi Penyelundupan PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Friday, 21 December 2012 08:51

Jenderal (Ditjen) Bea dan Cukai akan menambah 2.800 personel baru tahun depan. Ini dilakukan untuk meningkatkan pengawasan terhadap barang yang masuk dan keluar dari Indonesia.

"Dari Menteri dan MenPAN RB (pendayagunaan aparatur negara dan reformasi birokrasi) tahun depan kami akan rekrut kalau bisa sekitar 2.800 pegawai baru," ujar Dirjen Bea Cukai Agung Kuswandono saat ditemui di Gedung Kementerian Keuangan, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Jumat (30/11/2012).

Selain penambahan aparat, Bea dan Cukai juga akan meningkatkan koordinasi agar tidak terjadi penyelundupan atau penyelewengan di perbatasan Indonesia. Kemudian, terdapat tambahan sarana dan prasarana untuk peningkatan pengawasan. Maka dari itu dibutuhkan perangkat keras yang dapat mencegah terjadinya pelundupan, yaitu metal detector.

Metal detector adalah alat yang berfungsi untuk mendeteksi logam dan banyak digunakan di bandara, hotel, mall dan gedung-gedung besar. Dikhawatirkan aAda pengunjung yang membawa logam berbahaya sepert senjata api dan pisau,dll

Prinsip kerja metal detector adalah gelombang electromagnet yang membentuk medan electromagnet pada satu atau beberapa koil. Ada beberapa buah koil yang dimanfaatkan sebagai pemancar gelombang dan penerima gelombang, dimana pada kondisi standart, gelombang yang diterima mempunyai standart tertentu dan ini yang biasa disebut “balance” pada metal detector.

Sumber: detikcom

Last Updated on Tuesday, 08 January 2013 11:12